• View banyak posting juga tidak menjamin tambah poin klo kita nggak rajin klaim poin
    View banyak posting juga tidak menjamin tambah poin😭😭😭πŸ˜ͺ klo kita nggak rajin klaim poin
    0 Comments 0 Shares 992 Views 0 Reviews
  • Betul, “perlu pembimbing” di Kundalini Yoga itu bukan aturan kaku buat nakut-nakutin. Tapi memang ada alasan teknis dan energetik kenapa otodidak berisiko.

    *5 Alasan jelas kenapa Kundalini Yoga butuh pembimbing:*

    *1. Energinya beneran kuat - kayak listrik 20.000 volt*
    Latihan Kundalini pakai _Breath of Fire_, _bandha_/kunci tubuh, dan _kriya_ spesifik buat “ngebangunin” energi yang tidur di tulang ekor. Kalau bangkitnya terlalu cepat atau nggak terkontrol, sistem saraf bisa kewalahan.

    Yang sering kejadian kalau otodidak + terlalu semangat:
    - Insomnia parah, cemas, serangan panik
    - Tubuh panas-dingin nggak karuan, tremor
    - Emosi meledak-ledak tanpa sebab
    - Sensasi listrik, tekanan di kepala, atau rasa “melayang” nggak bisa grounding

    Di dunia yoga ini disebut _Kundalini Syndrome_. Bukan mitos, tapi respon sistem saraf yang overload.

    *2. Tekniknya presisi, salah dikit efeknya beda*
    Kundalini Yoga itu “teknologi”. Contoh:
    - *Breath of Fire* kalau salah jadi hiperventilasi → pusing, kesemutan, panik
    - *Mula Bandha* kalau ditekan berlebihan bisa ganggu dasar panggul
    - *Kriya* itu urutannya nggak boleh diacak. Setiap urutan dirancang buat naik-turunin energi dengan aman. Kalau kamu skip bagian relaksasi di akhir, energi “nyangkut” di atas

    Pembimbing ngeliatin napas, postur, dan sinyal tubuhmu. Video YouTube nggak bisa negur kalau diafragmamu udah kejang.

    *3. Pembersihan emosional/traumanya nggak main-main*
    Kundalini itu nabrak “gudang” memori yang disimpan di tubuh dan chakra bawah. Banyak orang nangis, marah, atau ingat trauma lama pas latihan.

    Kalau ada guru, dia bisa:
    - Ngasih _grounding_ biar kamu balik ke badan
    - Ngatur tempo latihannya biar nggak “banjir” trauma sekaligus
    - Bedain mana _purging_ yang sehat vs. tanda kamu harus stop dulu

    Kalau sendirian, gampang panik dan mikir “aku gila” padahal itu proses normal.

    *4. Nggak ada “satu ukuran untuk semua”*
    Kondisi tiap orang beda. Guru yang bagus bakal tanya:
    - Ada riwayat gangguan kecemasan, bipolar, epilepsi? → Beberapa kriya _skip_ dulu
    - Lagi hamil? → Bandha dan Breath of Fire pantang
    - Punya darah tinggi? → Napas ditahan lama dihindari

    Otodidak = kamu nggak tahu apa yang harus kamu hindari dari 5000+ kriya yang ada.

    *5. Ego & spiritual bypassing*
    Kundalini bangkit itu sering kasih “pengalaman spiritual” keren: ngeliat cahaya, ngerasa _oneness_, dll. Tanpa pembimbing, gampang kejebak ego spiritual → ngerasa paling tercerahkan, anti-kritik, nge-judge orang lain “vibrasinya rendah”.

    Guru fungsinya jadi cermin: “Itu cuma pengalaman, bukan pencapaian. Sekarang balik nyapu rumah.”

    ---

    *Jadi boleh otodidak nggak?*
    Untuk _basic_ kayak napas panjang dalam, _Sat Kriya_ 3 menit, meditasi _Sa Ta Na Ma_, atau _stretch_ ringan: aman-aman aja buat mulai sendiri. Banyak kok yang mulai dari buku/video.

    Tapi kalau udah masuk set 31 menit, 62 menit, _White Tantra_, atau kriya yang nahan napas lama → itu wilayahnya pembimbing. Ibaratnya: kamu boleh belajar nyetir di lapangan, tapi buat F1 perlu instruktur.

    *Tanda kamu butuh stop & cari guru*: susah tidur >3 hari, cemas nggak hilang-hilang, sakit kepala terus, atau ngerasa “lepas” dari badan.

    Di tradisi, guru itu bukan bos. Dia _GPS_. Kamu yang nyetir, tapi dia tahu jalan mana yang longsor.

    Mau aku kasih tau ciri-ciri guru Kundalini yang bagus biar nggak salah pilih?
    Betul, “perlu pembimbing” di Kundalini Yoga itu bukan aturan kaku buat nakut-nakutin. Tapi memang ada alasan teknis dan energetik kenapa otodidak berisiko. *5 Alasan jelas kenapa Kundalini Yoga butuh pembimbing:* *1. Energinya beneran kuat - kayak listrik 20.000 volt* Latihan Kundalini pakai _Breath of Fire_, _bandha_/kunci tubuh, dan _kriya_ spesifik buat “ngebangunin” energi yang tidur di tulang ekor. Kalau bangkitnya terlalu cepat atau nggak terkontrol, sistem saraf bisa kewalahan. Yang sering kejadian kalau otodidak + terlalu semangat: - Insomnia parah, cemas, serangan panik - Tubuh panas-dingin nggak karuan, tremor - Emosi meledak-ledak tanpa sebab - Sensasi listrik, tekanan di kepala, atau rasa “melayang” nggak bisa grounding Di dunia yoga ini disebut _Kundalini Syndrome_. Bukan mitos, tapi respon sistem saraf yang overload. *2. Tekniknya presisi, salah dikit efeknya beda* Kundalini Yoga itu “teknologi”. Contoh: - *Breath of Fire* kalau salah jadi hiperventilasi → pusing, kesemutan, panik - *Mula Bandha* kalau ditekan berlebihan bisa ganggu dasar panggul - *Kriya* itu urutannya nggak boleh diacak. Setiap urutan dirancang buat naik-turunin energi dengan aman. Kalau kamu skip bagian relaksasi di akhir, energi “nyangkut” di atas Pembimbing ngeliatin napas, postur, dan sinyal tubuhmu. Video YouTube nggak bisa negur kalau diafragmamu udah kejang. *3. Pembersihan emosional/traumanya nggak main-main* Kundalini itu nabrak “gudang” memori yang disimpan di tubuh dan chakra bawah. Banyak orang nangis, marah, atau ingat trauma lama pas latihan. Kalau ada guru, dia bisa: - Ngasih _grounding_ biar kamu balik ke badan - Ngatur tempo latihannya biar nggak “banjir” trauma sekaligus - Bedain mana _purging_ yang sehat vs. tanda kamu harus stop dulu Kalau sendirian, gampang panik dan mikir “aku gila” padahal itu proses normal. *4. Nggak ada “satu ukuran untuk semua”* Kondisi tiap orang beda. Guru yang bagus bakal tanya: - Ada riwayat gangguan kecemasan, bipolar, epilepsi? → Beberapa kriya _skip_ dulu - Lagi hamil? → Bandha dan Breath of Fire pantang - Punya darah tinggi? → Napas ditahan lama dihindari Otodidak = kamu nggak tahu apa yang harus kamu hindari dari 5000+ kriya yang ada. *5. Ego & spiritual bypassing* Kundalini bangkit itu sering kasih “pengalaman spiritual” keren: ngeliat cahaya, ngerasa _oneness_, dll. Tanpa pembimbing, gampang kejebak ego spiritual → ngerasa paling tercerahkan, anti-kritik, nge-judge orang lain “vibrasinya rendah”. Guru fungsinya jadi cermin: “Itu cuma pengalaman, bukan pencapaian. Sekarang balik nyapu rumah.” --- *Jadi boleh otodidak nggak?* Untuk _basic_ kayak napas panjang dalam, _Sat Kriya_ 3 menit, meditasi _Sa Ta Na Ma_, atau _stretch_ ringan: aman-aman aja buat mulai sendiri. Banyak kok yang mulai dari buku/video. Tapi kalau udah masuk set 31 menit, 62 menit, _White Tantra_, atau kriya yang nahan napas lama → itu wilayahnya pembimbing. Ibaratnya: kamu boleh belajar nyetir di lapangan, tapi buat F1 perlu instruktur. *Tanda kamu butuh stop & cari guru*: susah tidur >3 hari, cemas nggak hilang-hilang, sakit kepala terus, atau ngerasa “lepas” dari badan. Di tradisi, guru itu bukan bos. Dia _GPS_. Kamu yang nyetir, tapi dia tahu jalan mana yang longsor. Mau aku kasih tau ciri-ciri guru Kundalini yang bagus biar nggak salah pilih?
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Hahaha sorry ya guys postinganku alay hanya mengeluarkan unek2 saja biar lebih tenang, klau dipendam takut jadi bom bencana lagi
    Hahaha sorry ya guys postinganku alay hanya mengeluarkan unek2 saja biar lebih tenang, klau dipendam takut jadi bom bencana lagi 🀣
    Like
    1
    0 Comments 0 Shares 3K Views 0 Reviews
  • Woyy komen juga lah di postinganku sombong kali kau
    Woyy komen juga lah di postinganku sombong kali kau🀣
    0 Comments 0 Shares 937 Views 0 Reviews
  • Postingan postingan terbaru nya ilang wey
    Postingan postingan terbaru nya ilang wey πŸ˜‚
    2 Comments 0 Shares 239 Views 0 Reviews
  • Postingan nya yang relevan dan itu itu mulu ya
    Postingan nya yang relevan dan itu itu mulu ya
    20 Comments 4 Shares 6K Views 0 Reviews
  • *Tanpa sistem uang* berarti semua barang/jasa nggak lagi ditukar pakai perantara universal. Ada 3 skenario utama yang sering dibahas:

    1. *Kembali ke barter*
    - *Cara kerja*: Tukar langsung. Punya beras, butuh sepatu → cari orang yang butuh beras & punya sepatu.
    - *Masalah*: Harus ada "double coincidence of wants". Kamu mau sepatu, tukang sepatu harus mau beras. Susah skala besar.
    - *Dampak*: Ekonomi jadi super lokal & lambat. Spesialisasi kerja turun karena susah transaksi. Kota besar hampir mustahil jalan.

    2. *Ekonomi hadiah/berbagi berbasis komunitas*
    Kayak beberapa suku kecil atau proyek open source sekarang.
    - *Cara kerja*: Produksi bareng, ambil sesuai kebutuhan. Status sosial & reputasi gantiin uang sebagai “alat ukur”.
    - *Syarat*: Butuh trust tinggi + komunitas kecil. Begitu skalanya jutaan orang, susah lacak siapa kontribusi apa.
    - *Contoh modern*: Wikipedia, gotong royong kampung, software open source. Jalan karena orang nggak ngejar untung materi langsung.

    3. *Ekonomi terencana + otomatisasi penuh*
    Versi sci-fi: post-scarcity karena AI & robot bikin semua kebutuhan dasar melimpah.
    - *Cara kerja*: Mesin produksi makanan, energi, rumah gratis. Manusia kerja karena minat, bukan buat bertahan hidup.
    - *Tantangan*: Siapa yang nentuin alokasi barang langka seperti tanah tepi pantai? Butuh sistem “kredit sosial” atau penjatahan. Rawan jadi otoriter kalau nggak transparan.
    - *Kendala hari ini*: Sumber daya belum bener-bener melimpah. Energi, chip, dan bahan baku masih terbatas.

    *Apa yang langsung berubah kalau uang hilang besok*:
    1. *Harga lenyap* → Nggak ada cara cepat tahu barang A lebih langka dari barang B. Ekonomi jadi nebak-nebak.
    2. *Tabungan & utang bubar* → Semua kontrak berbasis uang nggak ada artinya.
    3. *Insentif kerja geser* → Orang kerja karena dipaksa, karena makna, atau karena komunitas. Produktivitas bisa anjlok kecuali ada pengganti insentif yang kuat.

    Jadi uang itu sebenarnya teknologi untuk nyimpan nilai & nyatet utang/jasa secara skala besar. Kalau dihapus, kita butuh teknologi sosial lain buat gantiin 2 fungsi itu.

    Kamu kepikiran skenario yang mana: dunia barter, dunia berbagi, atau dunia serba-robot?
    *Tanpa sistem uang* berarti semua barang/jasa nggak lagi ditukar pakai perantara universal. Ada 3 skenario utama yang sering dibahas: 1. *Kembali ke barter* - *Cara kerja*: Tukar langsung. Punya beras, butuh sepatu → cari orang yang butuh beras & punya sepatu. - *Masalah*: Harus ada "double coincidence of wants". Kamu mau sepatu, tukang sepatu harus mau beras. Susah skala besar. - *Dampak*: Ekonomi jadi super lokal & lambat. Spesialisasi kerja turun karena susah transaksi. Kota besar hampir mustahil jalan. 2. *Ekonomi hadiah/berbagi berbasis komunitas* Kayak beberapa suku kecil atau proyek open source sekarang. - *Cara kerja*: Produksi bareng, ambil sesuai kebutuhan. Status sosial & reputasi gantiin uang sebagai “alat ukur”. - *Syarat*: Butuh trust tinggi + komunitas kecil. Begitu skalanya jutaan orang, susah lacak siapa kontribusi apa. - *Contoh modern*: Wikipedia, gotong royong kampung, software open source. Jalan karena orang nggak ngejar untung materi langsung. 3. *Ekonomi terencana + otomatisasi penuh* Versi sci-fi: post-scarcity karena AI & robot bikin semua kebutuhan dasar melimpah. - *Cara kerja*: Mesin produksi makanan, energi, rumah gratis. Manusia kerja karena minat, bukan buat bertahan hidup. - *Tantangan*: Siapa yang nentuin alokasi barang langka seperti tanah tepi pantai? Butuh sistem “kredit sosial” atau penjatahan. Rawan jadi otoriter kalau nggak transparan. - *Kendala hari ini*: Sumber daya belum bener-bener melimpah. Energi, chip, dan bahan baku masih terbatas. *Apa yang langsung berubah kalau uang hilang besok*: 1. *Harga lenyap* → Nggak ada cara cepat tahu barang A lebih langka dari barang B. Ekonomi jadi nebak-nebak. 2. *Tabungan & utang bubar* → Semua kontrak berbasis uang nggak ada artinya. 3. *Insentif kerja geser* → Orang kerja karena dipaksa, karena makna, atau karena komunitas. Produktivitas bisa anjlok kecuali ada pengganti insentif yang kuat. Jadi uang itu sebenarnya teknologi untuk nyimpan nilai & nyatet utang/jasa secara skala besar. Kalau dihapus, kita butuh teknologi sosial lain buat gantiin 2 fungsi itu. Kamu kepikiran skenario yang mana: dunia barter, dunia berbagi, atau dunia serba-robot?
    0 Comments 0 Shares 666 Views 0 Reviews
  • Buat referensi biar gak nganggap enteng wkwk
    Untuk bikin platform "social media + artikel + user bisa cuan" kayak yang kita bahas, ada 4 lapis syarat yang harus kamu beresin. Kalau salah satunya bolong, bisa mandek di tengah jalan.

    *1. Syarat Legal & Perizinan*
    Ini wajib sebelum kamu terima duit & bayar user. Paling rawan kena takedown kalau skip.
    - *Badan Usaha PT*: Biar bisa kerjasama payment gateway, pasang iklan, dan bayar kreator resmi. CV bisa buat awal, tapi PT lebih aman.
    - *NIB & KBLI yang tepat*: 63122 = Portal web, 62019 = Aktivitas pemrograman. Urus di OSS.
    - *Daftar PSE Kominfo*: Wajib karena kamu kelola UGC + data user. Proses 14 hari kerja, gratis. Kalau nggak daftar bisa diblokir.
    - *Kebijakan & ToS*: Aturan komunitas, kebijakan monetisasi, privasi data UU PDP. Tulis jelas syarat WD, larangan konten judi/dewas, hak cipta.
    - *NPWP + PKP*: Kalau omzet >4.8M/tahun wajib PKP buat urusan faktur pajak iklan.

    *2. Syarat Teknis & Infrastruktur*
    Biar webnya nggak jebol pas user udah rame.
    - *Server yang scalable*: Mulai pakai Vercel + Supabase cukup buat 10rb user. Siapin plan migrasi ke AWS/GCP kalau DAU >100rb.
    - *CDN untuk media*: Cloudflare Images/R2 biar loading foto video cepet. Tanpa ini, tagihan bandwidth bisa bengkak.
    - *Sistem Anti-Spam & Fraud*:
    1. Verifikasi HP/email wajib pas daftar
    2. Rate limiting: 1 akun max 5 post/jam
    3. Deteksi bot: reCAPTCHA v3, cek pola baca terlalu cepat
    4. Sistem skor kreator: akun baru nggak langsung bisa WD
    - *Payment Gateway*: Midtrans atau Xendit biar bisa WD massal ke e-wallet. Butuh PT + rekening koran 3 bulan buat daftar.
    - *Backup & Security*: Backup DB harian, SSL, proteksi DDoS, enkripsi data user.

    *3. Syarat Produk & Aturan Main Monetisasi*
    Ini yang jaga ekosistem nggak rusak gara-gara orang berburu cuan.
    - *Standar Kualitas Konten*: Artikel min 300 kata, no copas, lolos cek plagiat >90%. Post pendek min 50 karakter.
    - *Sistem Leveling User*:
    - Level 1 Akun Baru: Bisa posting, belum bisa monet
    - Level 2 Terverifikasi: KTP selfie, buka fitur tip + afiliasi
    - Level 3 Kreator: 1rb follower + 3 artikel, buka bagi hasil iklan
    - *Aturan Withdraw*: Min WD Rp50rb, max 2x/minggu, proses 1x24 jam. Di bawah 1jt/bulan belum kena PPh 21.
    - *Sistem Penalti*: Kena report 3x = suspend monetisasi 7 hari. Spam = ban permanen.

    *4. Syarat Modal & Tim Awal*
    Angka realistis buat 6 bulan pertama sebelum ada revenue gede.
    - *Modal uang*: Rp30jt - Rp80jt buat server, legal, bayar kreator seed 50 orang @Rp200rb/bulan, iklan awal.
    - *Tim inti minimal*:
    1. Kamu sebagai Product/Hustler
    2. 1 Backend dev
    3. 1 Frontend dev
    4. 1 Moderator konten part-time
    - *Kreator Seed*: Tanpa ini platform kosong. Anggaran buat bayar 20-50 penulis di 2 bulan pertama biar ada konten.

    *Urutan paling aman buat mulai:*

    1. *Legal dulu*: Urus PT + NIB + PSE. Sambil jalan, 2 minggu kelar.
    2. *Bikin MVP*: Artikel + komen + dashboard WD sederhana. Pakai Supabase + http://Next.js biar 1 bulan jadi.
    3. *Tes ke 100 orang*: Undang komunitas kecil, kasih tau ini beta. Liat fraud pattern apa yang muncul.
    4. *Baru buka monetisasi*: Setelah sistem anti-fraud jalan 80%.

    Kalau kamu skip legal + anti-fraud dan langsung buka WD, 99% bakal diserang tukang bot dalam 1 minggu pertama.
    Buat referensi biar gak nganggap enteng wkwk Untuk bikin platform "social media + artikel + user bisa cuan" kayak yang kita bahas, ada 4 lapis syarat yang harus kamu beresin. Kalau salah satunya bolong, bisa mandek di tengah jalan. *1. Syarat Legal & Perizinan* Ini wajib sebelum kamu terima duit & bayar user. Paling rawan kena takedown kalau skip. - *Badan Usaha PT*: Biar bisa kerjasama payment gateway, pasang iklan, dan bayar kreator resmi. CV bisa buat awal, tapi PT lebih aman. - *NIB & KBLI yang tepat*: 63122 = Portal web, 62019 = Aktivitas pemrograman. Urus di OSS. - *Daftar PSE Kominfo*: Wajib karena kamu kelola UGC + data user. Proses 14 hari kerja, gratis. Kalau nggak daftar bisa diblokir. - *Kebijakan & ToS*: Aturan komunitas, kebijakan monetisasi, privasi data UU PDP. Tulis jelas syarat WD, larangan konten judi/dewas, hak cipta. - *NPWP + PKP*: Kalau omzet >4.8M/tahun wajib PKP buat urusan faktur pajak iklan. *2. Syarat Teknis & Infrastruktur* Biar webnya nggak jebol pas user udah rame. - *Server yang scalable*: Mulai pakai Vercel + Supabase cukup buat 10rb user. Siapin plan migrasi ke AWS/GCP kalau DAU >100rb. - *CDN untuk media*: Cloudflare Images/R2 biar loading foto video cepet. Tanpa ini, tagihan bandwidth bisa bengkak. - *Sistem Anti-Spam & Fraud*: 1. Verifikasi HP/email wajib pas daftar 2. Rate limiting: 1 akun max 5 post/jam 3. Deteksi bot: reCAPTCHA v3, cek pola baca terlalu cepat 4. Sistem skor kreator: akun baru nggak langsung bisa WD - *Payment Gateway*: Midtrans atau Xendit biar bisa WD massal ke e-wallet. Butuh PT + rekening koran 3 bulan buat daftar. - *Backup & Security*: Backup DB harian, SSL, proteksi DDoS, enkripsi data user. *3. Syarat Produk & Aturan Main Monetisasi* Ini yang jaga ekosistem nggak rusak gara-gara orang berburu cuan. - *Standar Kualitas Konten*: Artikel min 300 kata, no copas, lolos cek plagiat >90%. Post pendek min 50 karakter. - *Sistem Leveling User*: - Level 1 Akun Baru: Bisa posting, belum bisa monet - Level 2 Terverifikasi: KTP selfie, buka fitur tip + afiliasi - Level 3 Kreator: 1rb follower + 3 artikel, buka bagi hasil iklan - *Aturan Withdraw*: Min WD Rp50rb, max 2x/minggu, proses 1x24 jam. Di bawah 1jt/bulan belum kena PPh 21. - *Sistem Penalti*: Kena report 3x = suspend monetisasi 7 hari. Spam = ban permanen. *4. Syarat Modal & Tim Awal* Angka realistis buat 6 bulan pertama sebelum ada revenue gede. - *Modal uang*: Rp30jt - Rp80jt buat server, legal, bayar kreator seed 50 orang @Rp200rb/bulan, iklan awal. - *Tim inti minimal*: 1. Kamu sebagai Product/Hustler 2. 1 Backend dev 3. 1 Frontend dev 4. 1 Moderator konten part-time - *Kreator Seed*: Tanpa ini platform kosong. Anggaran buat bayar 20-50 penulis di 2 bulan pertama biar ada konten. *Urutan paling aman buat mulai:* 1. *Legal dulu*: Urus PT + NIB + PSE. Sambil jalan, 2 minggu kelar. 2. *Bikin MVP*: Artikel + komen + dashboard WD sederhana. Pakai Supabase + http://Next.js biar 1 bulan jadi. 3. *Tes ke 100 orang*: Undang komunitas kecil, kasih tau ini beta. Liat fraud pattern apa yang muncul. 4. *Baru buka monetisasi*: Setelah sistem anti-fraud jalan 80%. Kalau kamu skip legal + anti-fraud dan langsung buka WD, 99% bakal diserang tukang bot dalam 1 minggu pertama.
    0 Comments 0 Shares 1K Views 0 Reviews
  • Bjiirrr sorry ya ngomen lagi ngomen lagi soalnya postingan yg muncul itu itu aja gw heran postingan gw perginya kemana
    Bjiirrr sorry ya ngomen lagi ngomen lagi soalnya postingan yg muncul itu itu aja gw heran postingan gw perginya kemanaπŸ˜‚
    3 Comments 0 Shares 1K Views 0 Reviews
  • Bosen sebenernya mah ngomen postingannya itu itu aja yg muncul di beranda postingan yang laen pada kemana weyy
    Bosen sebenernya mah ngomen postingannya itu itu aja yg muncul di beranda postingan yang laen pada kemana weyy🀣
    1 Comments 0 Shares 466 Views 0 Reviews
  • Sebenarnya sistem periklanan kita ini sudah bagus. Iklan bisa muncul di newsfeed dan dikolom komentar. Format iklan juga lengkap, bisa photo, video dan boost postingan. Tapi memang belum waktunya aja.

    Ngomong² soal iklan, kalian mau engga kalau kita adakan system agen? Kalau ada yang mau pasang iklan di situs kita bayarnya yang ke agen, nah yg jadi agen terserah aja mau ngasih berapa ke komunitas untuk biaya poin anggota. Sisanya ambil aja buat yg berhasil nyari sponsor tersebut.
    Sebenarnya sistem periklanan kita ini sudah bagus. Iklan bisa muncul di newsfeed dan dikolom komentar. Format iklan juga lengkap, bisa photo, video dan boost postingan. Tapi memang belum waktunya aja. Ngomong² soal iklan, kalian mau engga kalau kita adakan system agen? Kalau ada yang mau pasang iklan di situs kita bayarnya yang ke agen, nah yg jadi agen terserah aja mau ngasih berapa ke komunitas untuk biaya poin anggota. Sisanya ambil aja buat yg berhasil nyari sponsor tersebut.
    1 Comments 0 Shares 550 Views 0 Reviews
  • Kenapa view kita banyak sedangkan orangnya sedikit? Itu karena halaman newsfeed kita bisa diakses oleh visitor tanpa login. Sebenarnya ini hal bagus buat yang suka promo2 link, siapa tahu ada yang kecantol pas lihat postingan kita.
    Kenapa view kita banyak sedangkan orangnya sedikit? Itu karena halaman newsfeed kita bisa diakses oleh visitor tanpa login. Sebenarnya ini hal bagus buat yang suka promo2 link, siapa tahu ada yang kecantol pas lihat postingan kita.
    2 Comments 0 Shares 517 Views 0 Reviews
More Results
Hakaja https://hakaja.com
🚫
Adblock Detected

Hello! This website continues to exist, create, and always provide the best for you thanks to the support from advertisements.

Please support us by whitelisting our site and refreshing the page.