Bayangkan jika novel web favoritmu tiba-tiba hidup, dan kamu satu-satunya yang tahu cara bertahan. Itulah premis gila yang diadaptasi dari Omniscient Reader's Viewpoint, salah satu web novel Korea paling ikonik karya duo penulis Sing Shong. Film Omniscient Reader: The Prophecy (2025) membawa dunia fiksi itu ke layar lebar, menggabungkan aksi epik, fantasi gelap, dan misteri psikologis dalam durasi 1 jam 57 menit yang penuh ketegangan.
Cerita berpusat pada Kim Dok-ja (diperankan karismatik oleh Ahn Hyo-seop), pria biasa berusia 20-an yang menjadi satu-satunya pembaca novel samar berjudul Three Ways to Survive the Apocalypse. Setelah 10 tahun setia membaca, ia kecewa dengan akhir cerita yang buruk. Tanpa diduga, dunia novel itu jadi kenyataan: Seoul runtuh menjadi arena survival seperti game RPG, di mana monster muncul, level harus diselesaikan, dan nyawa taruhannya. Dok-ja bertemu Yoo Joong-hyuk (Lee Min-ho, bintang Pachinko yang karismanya tak tertandingi), pahlawan tak terkalahkan dari novel, serta sekutu-sekutu tangguh seperti Yoo Sang-ah (Chae Soo-bin), Lee Hyun-sung (Shin Seung-ho), dan Jung Hee-won (Nana dari After School).
Dibintangi juga Jisoo (BLACKPINK) sebagai Lee Ji-hye yang tangguh, film ini disutradarai Kim Byung-woo (The Terror Live) yang mahir ciptakan ketegangan. Produksi dimulai Desember 2023, dengan syuting intensif hingga Mei 2024, memadukan CGI megah untuk adegan monster dan pertarungan skala besar. Trailer yang rilis Februari 2025 langsung viral, menjanjikan visual ala Squid Game bertemu Train to Busan, tapi dengan twist meta: Dok-ja harus "menulis ulang" akhir cerita untuk selamatkan dunia.
Rilis perdana di bioskop Korea pada 23 Juli 2025, film ini laris di Asia Tenggara dan dapat rilis terbatas di AS pada 1 Agustus. Ratingnya campur aduk—IMDb 5.5/10, MyDramaList 6.9/10—dengan pujian untuk aksi dan bintang-bintangnya, tapi kritik tajam soal plot yang "mumbled" dan karakter yang kurang dalam dibanding novel asli. Bagi penggemar ORV (yang punya 240 juta views global), ini bisa jadi kekecewaan karena terlalu "game-like" dan kurang eksplorasi emosional. Tapi buat penonton baru, ini hiburan blockbuster yang bikin deg-degan: siapa sangka, satu keluhan tentang ending buruk bisa jadi petualangan hidup-mati?
Catatan :
1. Untuk menonton video/film silahkan klik tombol play pada bagian tengah video.
2. Anda akan dialihkan sekitar 1-2 kali kehalaman iklan.
3. Apabila iklan muncul klik kembali/kembali kehalaman ini kemudian klik tombol play pada bagian tengah video lagi sampai video/film bisa terputar.
Loading
Comments
Leave your comment (spam and offensive messages will be removed)