Republik Altai (bahasa Rusia: Республика Алтай, Respublika Altay) adalah sebuah republik federal di Rusia bagian selatan, terletak di Pegunungan Altai yang megah. Sebagai wilayah otonom etnis, republik ini menjadi rumah bagi suku Altai asli dan menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan, mulai dari gunung setinggi 4.506 meter hingga lembah hijau yang subur. Dengan luas sekitar 92.903 km², Republik Altai adalah salah satu subjek federal Rusia yang paling jarang penduduknya, hanya dihuni oleh sekitar 210.924 jiwa (data 2023), menjadikannya republik paling sepi di Rusia.

Sejarah Singkat
Wilayah ini memiliki sejarah panjang yang dipengaruhi oleh berbagai kekaisaran, termasuk Kekaisaran Mongol (1206–1368), Golden Horde, dan Kekhanan Zunghar (1634–1758). Pada abad ke-19, bagian dari Uriankhai bergabung secara sukarela dengan Kekaisaran Rusia melalui Perjanjian Tarbagatai (1864–1865). Selama Perang Saudara Rusia, Republik Konfederasi Altai sempat berdiri pada 1918 sebagai upaya membangun kembali Kekaisaran Mongol Genghis Khan. Republik modern didirikan pada 1922 sebagai Oirat Autonomous Oblast untuk suku Mongol Oirat, kemudian berganti nama menjadi Gorno-Altai Autonomous Oblast pada 1948, dan akhirnya menjadi Republik Altai pada 1991 setelah runtuhnya Uni Soviet.
Geografi dan Demografi
Republik Altai berbatasan dengan Oblast Kemerovo di utara, Khakassia di timur laut, Tuva di timur, Krai Altai di barat, serta tiga negara: Mongolia di tenggara, China di selatan, dan Kazakhstan di barat daya. Bagian dari Distrik Federal Siberia, wilayah ini didominasi oleh Pegunungan Altai dengan puncak tertinggi Gunung Belukha (4.506 m). Vegetasi bervariasi dari stepa di lembah hingga hutan konifer di lereng gunung. Iklimnya kontinental, dengan musim panas hangat dan musim dingin yang dingin. Penduduknya mayoritas etnis Rusia (54%), diikuti suku Altai (37%, kelompok Turkik asli), serta minoritas Kazakh dan Asia Tengah lainnya. Ibu kota Gorno-Altaysk (penduduk sekitar 65.000 jiwa) adalah pusat urban utama, meskipun 72% penduduk tinggal di pedesaan, menjadikannya wilayah paling tidak urban di Rusia.
Ekonomi dan Budaya
Ekonomi Republik Altai bergantung pada pariwisata, pertanian, kehutanan, dan pengolahan kayu. Wilayah ini kaya akan tanaman obat-obatan dan merupakan surga berburu di Siberia Barat. Ada dua cadangan alam negara (Altai dan Katunsky), Taman Nasional Sailugemsky, serta banyak monumen alam.
Secara budaya, Republik Altai mencerminkan warisan Turkik dan Mongol, dengan bahasa Altai sebagai bahasa resmi bersama Rusia. Agama dominan adalah Ortodoks Rusia (27,6%), spiritualitas non-religius (25%), dan ateisme (14%). Petroglyph kuno menunjukkan kehadiran manusia sejak milenium kedua SM.

Pariwisata
Republik Altai adalah tujuan utama bagi pecinta alam. Jalan raya Chuysky Trakt (R-256) masuk dalam 10 jalan terindah dunia menurut National Geographic, menawarkan perjalanan 1.800 km melalui pegunungan dan lembah. Aktivitas populer termasuk hiking, rafting di Sungai Katun, berkuda, dan mengunjungi gua Denisova (situs fosil hominin kuno). Tempat wisata teratas meliputi Taman Nasional Altai, Air Terjun dan Lembah, serta reservat alam.
Republik Altai bukan hanya wilayah administratif, tapi juga simbol keanekaragaman Rusia yang harmonis antara alam liar dan tradisi kuno. Jika Anda merencanakan kunjungan, musim panas adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahannya.
Sumber : https://youtu.be/fSxNvDEk9n0?si=o38KpepjO-MKP4qq

Loading
Comments
Leave your comment (spam and offensive messages will be removed)