Chonburi, Thailand – Pada 6 Oktober 2025, ribuan orang memadati Festival Balap Kerbau ke-154 di Chonburi, Thailand, untuk menyaksikan salah satu acara paling unik: kontes kecantikan kerbau air. Tradisi tahunan ini, yang diadakan di akhir bulan ke-11 kalender lunar, merayakan panen musim dan mengangkat status kerbau air—dulu hewan pekerja sederhana—menjadi bintang panggung.

 

Kontes ini menilai kerbau berdasarkan kriteria ketat: ukuran tanduk, kondisi kuku, postur tubuh, kebersihan bulu, dan penampilan keseluruhan. Pemilik dan perawat mempersiapkan kontestan dengan mandi khusus, hiasan bunga, dan parade mewah menggunakan kereta kayu tradisional setinggi 2 meter. Salah satu peserta debut, kerbau hitam berusia 5 tahun bernama "Tod" milik petani Thawatchai Daeng-Ngam, mencuri perhatian dengan telinga merah cerah yang kontras dengan bulunya.

 

Acara ini bukan sekadar hiburan. Seiring kemajuan mesin pertanian yang menggantikan peran kerbau, populasi hewan ini sempat menurun. Kontes kecantikan ini, didukung pemerintah, memotivasi petani untuk melestarikan kerbau sebagai hewan peliharaan berharga. "Tanpa acara ini, petani tak tahu harus berbuat apa dengan kerbau mereka," kata Papada, panitia festival. Kini, kerbau air menjadi simbol budaya Thailand, dengan industri breeding yang berkembang pesat.

 

Festival juga menyertakan balap kerbau, gulat hewan, dan kontes kecantikan petani, menarik wisatawan global. Video kontes yang viral di media sosial menunjukkan betapa kerbau ini—dulu lamban—kini lincah dan anggun, mengingatkan kita pada akar pertanian Thailand. Tradisi ini membuktikan bagaimana inovasi budaya bisa menyelamatkan warisan yang hampir punah.


Kontes Kecantikan Kerbau di Thailand: Tradisi Unik yang Jaga Warisan Budaya

Published date: October 10, 2025
11 page views
Vote
Rating 0 votes

Comments

    Leave your comment (spam and offensive messages will be removed)